HMPS Ekonomi Syariah UIN Salatiga Bedah Dampak Pelemahan Rupiah dalam Economic Discussion
SALATIGA
— HMPS Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas
Islam Negeri (UIN) Salatiga menyelenggarakan kegiatan Economic Discussion pada
25 Mei 2026 di area samping Masjid FEBI UIN Salatiga dengan mengusung tema
"Melemahnya Nilai Rupiah dan Dampaknya terhadap Perekonomian
Indonesia". Kegiatan yang dihadiri seluruh pengurus HMPS Ekonomi Syariah
serta mahasiswa umum tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran dan pemahaman
mahasiswa terhadap isu ekonomi terkini yang berdampak langsung pada kehidupan
masyarakat, dengan diskusi berlangsung secara interaktif dipandu oleh M. Ilya
Nurul Latif selaku Wakil Ketua HMPS Ekonomi Syariah.
Dalam sesi diskusi tersebut, mahasiswa mengkaji
pelemahan nilai rupiah yang sempat menyentuh level Rp17.700 per dolar AS,
bersamaan dengan melebarnya defisit neraca transaksi berjalan Indonesia hingga
US$4 miliar pada kuartal I-2026, sekaligus menjadi yang terbesar sejak kuartal
IV-2019. Kondisi ini dinilai tidak lepas dari derasnya arus keluar modal asing
serta sejumlah ketidakpastian kebijakan domestik yang turut memengaruhi iklim
investasi dan dunia usaha.
Mahasiswa juga menyoroti dampak lanjutan dari
pelemahan rupiah yang apabila terus berlanjut, diyakini akan semakin membebani
pelaku usaha akibat melonjaknya biaya impor dan tingginya suku bunga, yang pada
akhirnya berpotensi menghambat ekspansi bisnis dan memperlambat laju
pertumbuhan ekonomi nasional. Adapun dalam diskusi ini, mahasiswa dibagi
menjadi dua kelompok, yakni tim mahasiswa dan tim pemerintah, yang
masing-masing menyampaikan pandangan terhadap isu tersebut dari sudut pandang
masing-masing pihak.
Melalui kegiatan ini, HMPS Ekonomi Syariah UIN Salatiga berharap dapat terus mendorong mahasiswa untuk berpikir kritis, responsif terhadap isu nasional, serta mampu melahirkan gagasan-gagasan solutif demi kemajuan ekonomi bangsa di masa depan.

0 comments:
Posting Komentar