PRESS RELEASE 


Pembekalan Magang Mahasiswa Program Studi Ekonomi Syariah FEBI UIN Salatiga Tahun 2026


SALATIGA – Program Studi Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga telah melaksanakan kegiatan Pembekalan Magang Mahasiswa pada Senin, 29 Juni 2026, bertempat di Aula Lantai 3 Gedung K.H. Zubair Umar Al Jailani UIN Salatiga. Kegiatan ini mengangkat tema "Sinergi Akademik dan Praktik Profesional dalam Membangun SDM Ekonomi Syariah yang Kompetitif."

 

Kegiatan diawali dengan pembukaan yang meliputi pembacaan ayat suci Al Quran, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars UIN Salatiga, sambutan dari Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, serta ditutup dengan doa. Rangkaian pembukaan tersebut menjadi awal pelaksanaan pembekalan sebagai bekal bagi mahasiswa sebelum memasuki dunia kerja melalui program magang.

 

Materi pertama disampaikan oleh Ibu Emy Widyastuti, M.E., selaku Ketua Program Studi Ekonomi Syariah. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan mekanisme dan alur pelaksanaan magang, mulai dari prosedur administrasi, ketentuan pelaksanaan, hingga hak dan kewajiban mahasiswa selama mengikuti program magang. Beliau juga menekankan pentingnya kedisiplinan, tanggung jawab, serta etika dalam menjalankan magang agar mahasiswa mampu menjaga nama baik Program Studi dan Universitas selama berada di instansi mitra.

 

Selanjutnya, materi kedua disampaikan oleh Bapak Abd. Rohim, S.Sos., selaku Kepala Bidang Wakaf, Zakat, dan Infak Kementerian Agama Kota Salatiga. Dalam penyampaiannya, beliau memberikan gambaran mengenai dunia kerja serta membagikan berbagai kiat kepada mahasiswa agar mampu beradaptasi dengan lingkungan kerja, membangun komunikasi yang baik, serta menunjukkan sikap profesional selama menjalani program magang. Beliau juga mendorong mahasiswa untuk memanfaatkan kesempatan magang sebagai sarana belajar, mengembangkan kompetensi, dan memperluas pengalaman di dunia profesional.

 

Melalui kegiatan Pembekalan Magang ini, diharapkan seluruh mahasiswa Program Studi Ekonomi Syariah dapat mempersiapkan diri secara optimal sebelum terjun ke dunia profesional. Bekal akademik yang dipadukan dengan wawasan praktis diharapkan mampu mencetak sumber daya manusia yang kompeten, berintegritas, serta siap memberikan kontribusi positif bagi pengembangan ekonomi syariah di masa mendatang.


 

PRESS RELEASE 


Kenaikan Harga Pertamax dan Pengaruhnya terhadap Stabilitas Ekonomi


SALATIGA – Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga telah melaksanakan kegiatan Economic Discussion pada Minggu, 21 Juni 2026, pukul 16.00 WIB hingga selesai, bertempat di Cikimoy, Salatiga. Kegiatan ini mengangkat tema "Kenaikan Harga Pertamax dan Pengaruhnya terhadap Stabilitas Ekonomi."

 

Diskusi dihadiri oleh seluruh pengurus internal HMPS Ekonomi Syariah dengan M. Agus Mizan, Koordinator Divisi Research and Education (RE), sebagai pemantik diskusi. Sebelum kegiatan dimulai, peserta dibagi menjadi dua kelompok, yaitu tim pro dan tim kontra, guna memperkaya sudut pandang dalam pembahasan isu.

 

Pada sesi pemaparan, Dafa, Koordinator Divisi HRD dari tim pro, menjelaskan bahwa kenaikan harga Pertamax pada 1 Juni 2026 merupakan bentuk penyesuaian harga setelah sebelumnya dipertahankan di tengah lonjakan harga minyak mentah dunia. Menurutnya, kondisi tersebut dipengaruhi oleh meningkatnya ketegangan geopolitik global yang berdampak pada harga minyak mentah internasional. Pendapat tersebut diperkuat oleh Marsa, Koordinator Divisi Advokesma, yang menyampaikan bahwa kenaikan harga Pertamax dipengaruhi oleh penyesuaian pasar terhadap meningkatnya harga minyak mentah global akibat ketegangan geopolitik.

 

Menanggapi hal tersebut, Farouq, anggota Divisi Media Creative dari tim kontra, mempertanyakan alasan harga Pertamax yang masih tinggi meskipun harga minyak mentah dunia mulai mengalami penurunan. Pertanyaan tersebut memicu diskusi yang semakin aktif dan mendorong peserta untuk menyampaikan berbagai pandangan terkait kebijakan harga bahan bakar minyak.

 

Ica, anggota Divisi RE dari tim kontra, menyampaikan bahwa apabila pemerintah tidak mengambil langkah yang cepat dan tepat, kenaikan harga Pertamax berpotensi menimbulkan ketidak stabilan ekonomi. Ia juga menyoroti kemungkinan peralihan masyarakat dari Pertamax ke Pertalite yang merupakan BBM bersubsidi. Menurutnya, peningkatan konsumsi BBM subsidi dapat menyebabkan pembengkakan anggaran subsidi dan menambah beban pengeluaran negara.


Sebagai tanggapan, Dafa mengusulkan agar subsidi BBM lebih tepat sasaran melalui pendataan masyarakat rentan, pembatasan volume pembelian, serta pemanfaatan teknologi QR Code untuk pemantauan distribusi. Selain itu, subsidi barang dapat dialihkan menjadi Bantuan Langsung Tunai (BLT) guna menjaga daya beli masyarakat tanpa menimbulkan ketidaktepatan sasaran penerima manfaat.

 

Dalam diskusi juga muncul pertanyaan mengenai minimnya sosialisasi sebelum kebijakan kenaikan harga diberlakukan. Menanggapi hal tersebut, Rindu, anggota Divisi HRD, menyampaikan bahwa penyesuaian harga yang dilakukan pada malam hari bertujuan untuk menghindari aksi penimbunan BBM dan meminimalkan gejolak yang berpotensi terjadi di masyarakat.

 

Sementara itu, Lessy, anggota Divisi RE dari tim kontra, memaparkan beberapa dampak yang dapat ditimbulkan akibat kenaikan harga Pertamax, di antaranya penurunan daya beli masyarakat, peningkatan inflasi, kenaikan biaya produksi usaha, serta risiko bertambahnya angka kemiskinan.

 

Diskusi berlangsung secara interaktif dengan berbagai argumentasi dan tanggapan dari peserta mengenai kebijakan harga BBM serta dampaknya terhadap perekonomian nasional. Melalui kegiatan Economic Discussion ini, HMPS Ekonomi Syariah berharap mahasiswa dapat memahami berbagai perspektif terkait isu ekonomi yang berkembang sekaligus mengembangkan kemampuan berpikir kritis, analitis, dan solutif dalam menanggapi berbagai permasalahan ekonomi di masyarakat.


 

HMPS Ekonomi Syariah UIN Salatiga Gelar Rapat Tengah Periode Guna Evaluasi Program Kerja



SALATIGA — Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga menggelar Rapat Tengah Periode pada Minggu, 21 Juni 2026, di Ruang Nusantara Gedung DPRD Salatiga. Rapat tersebut diadakan guna mengevaluasi capaian program kerja yang telah berjalan, sekaligus memastikan pelaksanaan program kerja pada bulan-bulan berikutnya tetap berjalan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.

 

Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh pengurus HMPS Ekonomi Syariah, yang terdiri atas Badan Pengurus Harian (BPH) Umum, Divisi Human Resource Development (HRD), Divisi Research and Education (RE), Divisi Advokasi dan Kesejahteraan Mahasiswa (Advokesma), Divisi Creativepreneur, serta Divisi Media Creative. Rapat dibuka dengan pemaparan laporan perkembangan dari setiap divisi sebelum memasuki sesi diskusi dan evaluasi bersama.

 

Laporan pertanggungjawaban dalam Rapat Tengah Periode ini disampaikan secara bergiliran, diawali oleh Divisi HRD, RE, Advokesma, Creativepreneur, hingga Media Creative. Setiap divisi memaparkan program kerja yang telah terlaksana beserta kendala yang dihadapi. Koordinator maupun anggota divisi turut menyampaikan pandangan dan masukan masing-masing. Setelah seluruh divisi menyelesaikan pemaparan, sesi laporan ditutup oleh BPH Umum yang menyampaikan evaluasi secara menyeluruh terhadap kinerja organisasi selama periode kepengurusan yang telah berjalan.

 

Selain pemaparan laporan, rapat ini juga menghasilkan sejumlah catatan evaluasi yang akan menjadi acuan bagi setiap divisi dalam menjalankan program kerja pada bulan-bulan berikutnya. Sejumlah program kerja yang belum terlaksana disepakati untuk dijadwalkan ulang, sementara program kerja yang telah berjalan dengan baik akan tetap dilanjutkan dengan beberapa penyesuaian teknis.

 

Rapat Tengah Periode ini berlangsung secara tertib dan diikuti secara aktif oleh seluruh pengurus dari awal hingga akhir sesi. Melalui kegiatan ini, HMPS Ekonomi Syariah FEBI UIN Salatiga berharap seluruh pengurus dapat memperkuat koordinasi, meningkatkan tanggung jawab, serta melakukan perbaikan dalam pelaksanaan setiap program kerja. Hasil evaluasi yang telah disepakati diharapkan menjadi pedoman bagi seluruh divisi agar program kerja pada periode berikutnya dapat terlaksana secara lebih optimal, terarah, dan memberikan manfaat bagi mahasiswa Ekonomi Syariah




PRESS RELEASE 


Rapat Tengah Periode HMPS Ekonomi Syariah FEBI UIN Salatiga Tahun 2026


SALATIGA – Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga melaksanakan Rapat Tengah Periode (RTP) pada Minggu, 21 Juni 2026, pukul 08.00 WIB hingga selesai, bertempat di Ruang Nusantara Gedung DPRD Kota Salatiga.


Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh pengurus HMPS Ekonomi Syariah FEBI UIN Salatiga yang terdiri atas Badan Pengurus Harian (BPH) Umum, Divisi Human Resource Development (HRD), Divisi Research and Education (RE), Divisi Advokasi dan Kesejahteraan Mahasiswa (Advokesma), Divisi CreativePreneur, serta Divisi Media Creative.

 

Rapat Tengah Periode merupakan agenda yang dilaksanakan untuk meninjau pelaksanaan program kerja dan kinerja setiap divisi selama setengah masa kepengurusan. Dalam forum ini, masing-masing divisi memaparkan capaian program kerja yang telah terlaksana, kendala yang dihadapi selama pelaksanaan program kerja, serta strategi dan langkah-langkah yang akan diterapkan pada setengah periode kepengurusan berikutnya.

 

Melalui diskusi yang terbuka, seluruh pengurus diberikan kesempatan untuk menyampaikan kritik, saran, serta masukan demi meningkatkan kualitas organisasi. Kegiatan ini juga menjadi wadah untuk mempererat komunikasi antar divisi, membangun rasa kekeluargaan, serta memperkuat solidaritas seluruh pengurus HMPS Ekonomi Syariah.

 

Selain sebagai sarana evaluasi, RTP juga menjadi momentum refleksi bersama guna memastikan setiap program kerja yang telah direncanakan dapat berjalan secara optimal dan memberikan manfaat bagi mahasiswa. Semangat kolaborasi dan keterbukaan yang terbangun dalam forum ini diharapkan dapat menjadi bekal dalam menjalankan sisa masa kepengurusan.

 

Melalui Rapat Tengah Periode ini, seluruh pengurus diharapkan semakin memperkuat komitmen, tanggung jawab, dan kerja sama dalam menjalankan amanah organisasi. Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini akan menjadi dasar untuk meningkatkan efektivitas program kerja serta mewujudkan HMPS Ekonomi Syariah yang progresif, kolaboratif, dan bermanfaat bagi mahasiswa


PRESS RELEASE 


Perkuat Kolaborasi, HMPS Ekonomi Syariah UIN Salatiga Gelar Studi Banding ke UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta


YOGYAKARTA – Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga melaksanakan kegiatan Studi Banding bersama HMPS Ekonomi Syariah FEBI UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta pada Sabtu (6/6/2026). Kegiatan yang mengusung tema “Optimalisasi Sinergi dengan Merajut Kolaborasi dan Menebar Inspirasi” ini berlangsung di Teaterikal FEBI Lantai 5 UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.


Kegiatan studi banding ini diselenggarakan sebagai upaya mempererat hubungan kelembagaan sekaligus memperkuat sinergi dan kolaborasi antarmahasiswa Ekonomi Syariah. Selain menjadi sarana silaturahmi, kegiatan ini juga menjadi ruang untuk bertukar pengalaman, gagasan, serta praktik terbaik dalam pengelolaan organisasi kemahasiswaan.

 

Dalam sambutannya, Wakil Dekan III FEBI UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Dr. Ibi Satibi, S.Hi., M.Si., menyampaikan apresiasi atas kunjungan HMPS Ekonomi Syariah UIN Salatiga. Beliau berharap hubungan baik yang telah terjalin antara kedua institusi dapat terus dipertahankan dan dikembangkan melalui berbagai bentuk kerja sama di masa mendatang. "Semoga hubungan antara kedua kampus ini tetap terjaga, saling mendukung, dan menjadi ruang untuk terus belajar satu sama lain," ujarnya.

 

Rangkaian kegiatan diisi dengan sesi perkenalan kelembagaan, pemaparan program kerja, diskusi interaktif, serta sharing session mengenai sistem kaderisasi, tata kelola organisasi, pengembangan sumber daya manusia, hingga inovasi program kerja yang telah dijalankan oleh masing-masing himpunan. Melalui sesi tersebut, kedua organisasi saling bertukar wawasan dan pengalaman guna meningkatkan kualitas pengelolaan organisasi mahasiswa.

 

Kegiatan studi banding ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang berbagi informasi, tetapi juga mampu melahirkan inspirasi dan gagasan baru yang dapat diterapkan dalam pengembangan organisasi pada periode-periode selanjutnya. Selain itu, kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam membangun jaringan dan kerja sama antarlembaga mahasiswa yang berkelanjutan.

 

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, HMPS Ekonomi Syariah UIN Salatiga dan HMPS Ekonomi Syariah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta berharap dapat terus menjalin komunikasi, kolaborasi, dan sinergi yang positif demi mendukung pengembangan akademik, organisasi, serta kualitas mahasiswa Ekonomi Syariah di masa depan.


Perkuat Kolaborasi, HMPS Ekonomi Syariah UIN Salatiga Gelar Studi Banding ke UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta




YOGYAKARTA – Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga mengadakan kegiatan studi banding bersama HMPS Ekonomi Syariah FEBI UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dengan tema "Optimalisasi Sinergi dengan Merajut Kolaborasi dan Menebar Inspirasi." Kegiatan ini diselenggarakan guna mempererat sinergi dan kolaborasi antar lembaga mahasiswa melalui sesi diskusi serta berbagi pengalaman organisasi. Acara berlangsung pada Sabtu, 6 Juni 2026, di Teaterikal FEBI lantai lima UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, dimulai pukul 09.00 WIB sampai dengan selesai.


Pada kesempatan ini Dr. Ibi Satibi, S.Hi, M,Si selaku wakil dekan III Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga memberikan sambutan singkat dan ucapan trimakasih karena HMPS ES UIN Salatiga sudah hadir dalam kegiatan studi banding ini, beliau berpesan kedepannya hubungan antara dua kampus ini tetap terjaga saling mendukung dan belajar satu sama lain.


Kegiatan studi banding ini menjadi wadah bagi kedua organisasi mahasiswa untuk mempererat hubungan kelembagaan sekaligus menjalin komunikasi yang lebih intensif antaranggota. Selain itu, kegiatan ini dimanfaatkan sebagai sarana bertukar pengalaman mengenai tata kelola organisasi, sistem kaderisasi, serta pelaksanaan berbagai program kerja yang telah dilaksanakan oleh masing-masing himpunan.


Dalam sesi diskusi dan pemaparan materi, kedua HMPS berbagi informasi terkait strategi pengembangan organisasi, pengelolaan sumber daya manusia, serta inovasi program kerja yang dapat memberikan manfaat bagi mahasiswa. Melalui pertukaran gagasan tersebut, diharapkan tercipta inspirasi serta solusi-solusi baru yang dapat diterapkan dalam pengembangan organisasi pada periode berikutnya.

 

Melalui kegiatan studi banding ini, diharapkan terjalin sinergi dan kerja sama yang berkelanjutan antara HMPS Ekonomi Syariah UIN Salatiga dan HMPS Ekonomi Syariah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas organisasi mahasiswa serta memberikan kontribusi positif bagi pengembangan akademik dan kemahasiswaan di lingkungan kedua perguruan tinggi.


PRESS RELEASE 


HMPS Ekonomi Syariah Gelar Seminar Sharia Economic Potential 


SALATIGA – Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Ekonomi Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga, telah menyelenggarakan kegiatan seminar Sharia Economic Potential pada Selasa, 2 Juni 2026, bertempat di Aula FEBI Gedung KH. Zubair Umar Al Jailani, kampus 3 UIN Salatiga. Kegiatan ini mengusung tema “Penguatan Kebijakan Publik Islam Dalam Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Syariah Yang Berdaya Saing Global" dengan menghadirkan pemateri Alfi Agil Mahardika, S.E. dan Dr. Saifudin Zuhri. M.Si. 


Kegiatan ini bertujuan untuk Meningkatkan pemahaman mahasiswa tentang kebijakan publik Islam dan ekonomi syariah, Mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan analisis terhadap isu ekonomi syariah, Melatih kemampuan menyusun dan menyampaikan rekomendasi kebijakan berbasis data dan nilai Islam, Menumbuhkan kesadaran peran Indonesia dalam ekonomi syariah global, Membentuk generasi ekonom syariah yang inovatif dan berkontribusi bagi kemaslahatan umat. 


Dalam penyampaikan materi oleh Alvi Agil Mahardika, S.E menyampaikan bahwa Indonesia sejatinya sudah berada pada posisi strategis dalam ekonomi syariah global, didukung populasi muslim lebih dari 240 juta jiwa, aset keuangan syariah yang melampaui Rp10.000 triliun, serta masuk peringkat tiga Global Islamic Economy Indicator 2023 bersanding dengan Malaysia dan UAE. Menurutnya, ekonomi syariah bukan sekadar sistem bebas riba, karena di dalamnya terkandung nilai keadilan, kemaslahatan, dan transparansi yang tercermin dalam perbankan syariah, zakat-wakaf produktif, regulasi halal, hingga Sukuk Negara. Pemerintah pun dinilai sudah cukup serius berbenah, mulai dari lahirnya UU SBSN dan UU Perbankan Syariah pada 2008, UU Jaminan Produk Halal pada 2014, sampai terbentuknya Bank Syariah Indonesia pada 2021. 


Sukuk Negara dengan total penerbitan kumulatif Rp3.000 triliun nyatanya telah membawa dampak langsung ke masyarakat, dari pembangunan jalan nasional, kampus, madrasah, hingga rumah sakit di daerah yang selama ini sulit dijangkau. Beliau juga menyoroti penerbitan Sovereign Green Sukuk pada 2018 sebagai pencapaian bersejarah, karena Indonesia menjadi negara pertama di dunia yang melakukannya. Instrumen ini menggabungkan prinsip syariah dengan kepedulian terhadap lingkungan, sehingga diminati investor syariah maupun investor berbasis ESG. Dananya mengalir ke sektor energi terbarukan, transportasi berkelanjutan, dan pengelolaan limbah, sekaligus membuka lapangan kerja baru dan menekan emisi karbon sebagai bagian dari komitmen Indonesia menuju target Net Zero Emission.


Pada materi ke-dua Dr. Saifudin Zuhri M.SI. Menjelaskan bahwa Prinsip-prinsip ekonomi syariah diwujudkan melalui pengelolaan harta yang produktif, distribusi pendapatan yang inklusif, investasi berbasis bagi hasil, serta larangan riba dan perjudian. Sistem ini juga mendorong partisipasi sosial melalui instrumen zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ZISWAF), serta pelaksanaan muamalah yang transparan dan berkeadilan. Seluruh aktivitas ekonomi harus sesuai dengan ketentuan syariah agar tercipta keseimbangan antara kepentingan individu dan kepentingan masyarakat. 


Dalam kerangka value-based economy, ekonomi syariah berorientasi pada pencapaian falah (kesejahteraan dunia dan akhirat) dengan menjaga agama, akal, jiwa, harta, dan keturunan. Implementasinya diwujudkan melalui pengembangan industri halal, keuangan syariah yang inklusif, penguatan dana sosial Islam, pendidikan dan literasi ekonomi syariah, serta pemanfaatan teknologi dan inovasi digital. Dengan dukungan regulasi, kelembagaan, dan kolaborasi berbagai pemangku kepentingan, ekonomi syariah diharapkan mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi, kesejahteraan masyarakat, dan daya saing Indonesia di tingkat global. 


Kegiatan ini diselenggarakan dengan tujuan meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap kebijakan publik Islam dan ekonomi syariah, sekaligus melatih kemampuan berpikir kritis dalam menganalisis isu-isu ekonomi yang berkembang. Seminar ini juga mendorong mahasiswa untuk mampu menyusun rekomendasi kebijakan berbasis data dan nilai-nilai Islam, menumbuhkan kesadaran akan peran strategis Indonesia dalam ekosistem ekonomi syariah global, serta membentuk generasi ekonom syariah yang inovatif dan berorientasi pada kemaslahatan umat.


HMPS Ekonomi Syariah Gelar Seminar Sharia Economic Potential



SALATIGA – Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga menggelar Seminar Sharia Economic Potential dengan tema “Penguatan Kebijakan Publik Islam Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Syariah yang Berdaya Saing Global”. Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa, 2 Juni 2026, di Aula FEBI Gedung KH. Zubair Umar Al Jailani, Kampus 3 UIN Salatiga.


Seminar menghadirkan dua narasumber, yaitu Alfi Agil Mahardika, S.E., Penulis dan Staf Kementerian Keuangan Republik Indonesia, serta Dr. Saifuddin Zuhri, M.Si., Dosen FEBI UIN Salatiga. Acara dipandu oleh moderator Khirani Dwi Az-Zahra.


Dalam pemaparannya, Alfi Agil Mahardika, S.E. menjelaskan bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pusat ekonomi syariah dunia. Potensi tersebut didukung oleh jumlah penduduk muslim yang besar, perkembangan industri halal, serta pertumbuhan aset keuangan syariah yang terus meningkat. Beliau juga menekankan pentingnya peran kebijakan publik dalam mendorong pertumbuhan ekonomi syariah melalui berbagai instrumen seperti perbankan syariah, Sukuk Negara, dan Green Sukuk yang berkontribusi terhadap pembangunan nasional dan pembangunan berkelanjutan.


Sementara itu, Dr. Saifuddin Zuhri, M.Si. menjelaskan bahwa ekonomi syariah merupakan sistem ekonomi yang berlandaskan nilai-nilai Islam seperti keadilan, keseimbangan, kemaslahatan, dan tanggung jawab. Implementasinya diwujudkan melalui pengelolaan harta yang produktif, distribusi pendapatan yang inklusif, penguatan dana sosial Islam, serta pengembangan industri dan keuangan syariah untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.


Melalui seminar ini, diharapkan mahasiswa dapat meningkatkan pemahaman mengenai potensi dan perkembangan ekonomi syariah di Indonesia serta pentingnya kolaborasi berbagai pihak dalam mewujudkan ekonomi syariah yang berdaya saing global.

 

PRESS RELEASE 


Melemahnya Nilai Rupiah dan Dampaknya terhadap Perekonomian Indonesia


SALATIGA – Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri Salatiga melaksanakan program kerja Economic Discussion dengan tema “Melemahnya Nilai Rupiah dan Dampaknya terhadap Perekonomian Indonesia” pada Senin, 25 Mei 2026 pukul 15.00 WIB sampai selesai di samping Masjid FEBI Kampus 3 UIN Salatiga.

 

Kegiatan ini menghadirkan pemateri M. Ilya Nurul Latif selaku Wakil Ketua Himpuanan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Ekonomi Syariah. Diskusi dibuka untuk mahasiswa umum FEBI serta seluruh internal HMPS ES sebagai wadah meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap kondisi ekonomi nasional, khususnya terkait pelemahan nilai tukar rupiah.

 

Dalam pemaparannya, dijelaskan bahwa melemahnya nilai rupiah dipengaruhi oleh berbagai faktor eksternal maupun internal. Dari faktor eksternal, penyebab utama meliputi kenaikan suku bunga Amerika Serikat (The Fed), konflik geopolitik dunia, kenaikan harga minyak global, serta kebijakan tarif internasional yang memengaruhi perdagangan dunia. Sementara dari faktor internal, pelemahan rupiah dipengaruhi oleh tingginya impor, defisit neraca berjalan (current account deficit/CAD), tingginya permintaan dolar AS, serta penggunaan anggaran yang dinilai belum tepat sasaran.

 

Pemateri juga menjelaskan bahwa dampak pelemahan rupiah saat ini memang belum sepenuhnya dirasakan masyarakat, namun diperkirakan dalam satu hingga dua bulan ke depan dampaknya akan semakin terlihat, terutama terhadap kenaikan harga barang dan kondisi APBN yang berpotensi mengalami defisit lebih besar.

 

Selain itu, dibahas pula mengenai rencana pemerintah yang akan menerapkan sistem satu pintu ekspor pada sektor pertambangan sebagai salah satu langkah penguatan ekonomi nasional. Dalam diskusi tersebut juga dijelaskan kondisi nilai tukar rupiah yang melemah hingga mencapai Rp17.700 per dolar AS serta defisit transaksi berjalan sebesar US$4 miliar pada kuartal I tahun 2026.

 

Dalam forum diskusi, peserta dibagi menjadi dua sudut pandang kebutuhan, yaitu kebutuhan pemerintah dan kubu mahasiswa. Dari sisi pemerintah, beberapa kebijakan yang dapat dilakukan untuk menstabilkan rupiah antara lain menaikkan suku bunga acuan, melakukan intervensi pasar valuta asing, menjaga cadangan devisa, mendorong ekspor dan mengurangi impor, menerapkan kebijakan DHE SDA, menarik investasi asing, menjaga inflasi tetap rendah, serta mengurangi utang luar negeri jangka pendek.

 

Menanggapi pemerintah, mahasiswa menilai bahwa menaikkan suku bunga dan menguras cadangan devisa hanyalah obat jangka pendek yang justru bisa mempersulit modal usaha bagi UMKM. Oleh karena itu, mahasiswa mendesak pemerintah segera melindungi rakyat kecil dari ancaman lonjakan harga barang. Mahasiswa juga meminta pemerintah untuk menghemat anggaran yang tidak penting demi mengatasi defisit negara, serta memastikan rencana sistem satu pintu ekspor tambang berjalan jujur tanpa korupsi. Intinya, mahasiswa menegaskan bahwa kunci utama agar rupiah kembali kuat adalah dengan memperbanyak produksi barang di dalam negeri dan mengurangi ketergantungan pada barang impor.

 

Melalui kegiatan Economic Discussion ini, HMPS ES berharap mahasiswa mampu memahami kondisi ekonomi Indonesia secara lebih kritis dan meningkatkan kepedulian terhadap isu-isu ekonomi nasional yang sedang berkembang.