ORMAWA FEBI UIN SALATIGA MENYELENGGARAKAN PELATIHAN DASAR ORGANISASI

 

Ormawa FEBI UIN Salatiga Menyelenggarakan Pelatihan Dasar Organisasi

 





SALATIGA – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga menggelar kegiatan Pelatihan Dasar Organisasi (PDO) dengan tema “Membangun Citra dan Profesionalitas Organisasi di Era Digital”. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Jumat, 27 Februari 2026, di Aula FEBI Gedung KH. Zubair Umar Al Jailani, Kampus 3 UIN Salatiga.


Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan HMPS di lingkungan FEBI, meliputi HMPS Perbankan Syariah, HMPS Ekonomi Syariah, HMPS Akuntansi Syariah, HMPS Manajemen Bisnis Syariah, dan HMPS Bisnis Digital. Kegiatan turut dihadiri oleh Dr. Faqih Nabhan, S.E., M.M. selaku Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerjasama. Kegiatan PDO bertujuan mengembangkan kemampuan pengurus organisasi mahasiswa di lingkungan FEBI dalam bidang jurnalistik, MC & protokoler, dan desain grafis sebagai upaya membangun citra organisasi yang profesional di era digital.


Materi Jurnalistik disampaikan oleh Surya Yuli Purwariyanti, S.E., M.M.; materi MC & Protokoler disampaikan oleh Suesthi Maharani, M.Pd.; sedangkan materi Desain Grafis disampaikan oleh Zidnie Ilman Elfikri, S.S., M.Pd.


Pada materi Jurnalistik, Surya Yuli Purwariyanti, S.E., M.M. menjelaskan bahwa Jurnalistik memiliki peran penting sebagai bagian dari komunikasi organisasi untuk menciptakan citra yang positif, transparan, dan mendapat kepercayaan, baik dari dalam maupun luar organisasi. Di era digital, kemampuan dalam mengelola informasi berita secara profesional menjadi alat penting dalam menghadapi krisis, meningkatkan keterlibatan para pemangku kepentingan, serta memperkuat akuntabilitas lembaga. Melalui hubungan yang baik dengan media dan laporan yang dapat dipercaya, organisasi dapat menciptakan dampak yang nyata serta memperkuat posisi mereka di mata masyarakat.


Untuk mencapai tujuan tersebut, dalam menulis berita harus menggunakan struktur piramida terbalik dengan menempatkan elemen 5W 1H pada bagian awal (lead) agar informasi bisa disampaikan secara efektif. Penulisan berita harus menggunakan bahasa yang tegas dan jelas, didasari fakta yang terverifikasi, serta mengutip sumber yang memiliki otoritas. Hal ini dilakukan sambil tetap mematuhi Kode Etik Jurnalistik PWI yang menekankan pada independensi dan keseimbangan. Dengan menggabungkan teknik penulisan yang baik dan etika yang kuat, hasil berita yang dihasilkan akan menjadi sumber informasi yang akurat dan dapat dipercaya.


Pada sesi materi MC & Protokoler, Suesthi Maharani, M.Pd. menjelaskan bahwa protokoler merupakan layanan prima yang wajib diberikan dalam setiap penyelenggaraan acara, baik resmi maupun non-resmi. Pelayanan ini mencakup penempatan, perlakuan, dan pengaturan tata tempat bagi tamu undangan sesuai urutan jabatan. Seorang petugas protokol dituntut memiliki kedisiplinan tinggi, kepekaan situasi, serta etika dan kemampuan berbahasa yang santun dalam setiap proses penyambutan hingga duduknya tamu.


Selain protokoler, mahasiswa juga memperoleh materi MC sebagai pemandu sekaligus pengendali jalannya acara. Beliau menekankan bahwa seorang MC harus memiliki kepercayaan diri, artikulasi suara yang jelas dan nyaman didengar, kemampuan beradaptasi, dan sikap humoris atau setidaknya murah senyum. MC juga dilibatkan langsung dalam penyusunan rundown bersama tim kepanitiaan agar acara berjalan sesuai rencana.


Pada sesi materi Desain Grafis, Zidnie Ilman Elfikri, S.S., M.Pd. menjelaskan strategi pengembangan membuat konten, meliputi konten edukasi, promosi, interaktif dan aktivitas kampus. Dalam pembuatan konten harus memperhatikan mulai dari perencanaan,menentukan jadwal posting, menjaga konsistensi dan cara menghindari posting berlebih. Sebagai divisi media creative penting bagi kita bisa manajemen kalender konten agar tetap konsisten tanpa mengorbankan kualitas.


Melalui pelatihan ini, peserta tidak hanya belajar tentang publikasi konten, tetapi juga meningkatkan keterampilan di bidang kreativitas, termasuk menghasilkan foto dan video yang memiliki nilai strategis. yang memiliki fungsi nyata dalam memperkuat branding kampus, menjangkau audiens yang lebih luas dan membuat media sebagai tempat informasi yang edukatif diharapkan setelah mengikuti pelatihan media creative HMPS Ekonomi Syariah lebih kreatif dan inovatif .

0 comments:

Posting Komentar