Senin, 14 April 2025 Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Ekonomi Syariah sukses menggelar diskusi ekonomi bertajuk “Melemahnya Daya Beli Masyarakat di Sektor-Sektor Terkait Dapat Menjadi Salah Satu Menurunnya IHGS” yang berlangsung di ruang Ormawa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam. Acara ini menghadirkan narasumber muda dan kompeten, Muhamad Yufa Ariefqi, serta dihadiri oleh mahasiswa Program Studi Ekonomi Syariah yang mengikuti diskusi dengan penuh antusiasme.

Dalam diskusi tersebut, Yufa menjelaskan bahwa melemahnya daya beli masyarakat memberikan dampak langsung terhadap penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Ia memaparkan bahwa tingginya inflasi, stagnasi pendapatan, dan meningkatnya harga kebutuhan pokok menyebabkan konsumsi rumah tangga menurun. Kondisi ini berdampak pada penurunan pendapatan perusahaan, terutama di sektor konsumsi, yang akhirnya menekan harga saham dan membuat investor khawatir terhadap prospek ekonomi ke depan. Kekhawatiran tersebut membuat banyak investor menarik dananya dari pasar modal, sehingga IHSG mengalami penurunan yang cukup signifikan.


Selain isu domestik, diskusi juga menyoroti faktor eksternal, yaitu pengumuman kenaikan tarif impor oleh Amerika Serikat terhadap produk ekspor Indonesia. Hal ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan investor mengenai potensi penurunan permintaan terhadap produk Indonesia, yang bisa berdampak negatif terhadap pendapatan perusahaan ekspor. Akibatnya, terjadi aksi jual besar-besaran yang turut menyeret IHSG ke zona merah.

Namun, sentimen negatif ini mulai mereda setelah adanya pengumuman penundaan pelaksanaan kebijakan tarif ekspor oleh AS. Pasar pun merespons positif kabar tersebut, yang terlihat dari mulai naiknya kembali IHSG sebagai tanda pulihnya kepercayaan investor.

Diskusi ini tidak hanya memberikan pemahaman yang lebih dalam mengenai dinamika pasar modal, tetapi juga menjadi wadah kritis bagi mahasiswa dalam mengkaji isu-isu ekonomi aktual dari perspektif syariah dan global.