HMPS Ekonomi Syariah Gelar Seminar Sharia Economic Potential



SALATIGA – Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga menggelar Seminar Sharia Economic Potential dengan tema “Penguatan Kebijakan Publik Islam Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Syariah yang Berdaya Saing Global”. Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa, 2 Juni 2026, di Aula FEBI Gedung KH. Zubair Umar Al Jailani, Kampus 3 UIN Salatiga.


Seminar menghadirkan dua narasumber, yaitu Alfi Agil Mahardika, S.E., Penulis dan Staf Kementerian Keuangan Republik Indonesia, serta Dr. Saifuddin Zuhri, M.Si., Dosen FEBI UIN Salatiga. Acara dipandu oleh moderator Khirani Dwi Az-Zahra.


Dalam pemaparannya, Alfi Agil Mahardika, S.E. menjelaskan bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pusat ekonomi syariah dunia. Potensi tersebut didukung oleh jumlah penduduk muslim yang besar, perkembangan industri halal, serta pertumbuhan aset keuangan syariah yang terus meningkat. Beliau juga menekankan pentingnya peran kebijakan publik dalam mendorong pertumbuhan ekonomi syariah melalui berbagai instrumen seperti perbankan syariah, Sukuk Negara, dan Green Sukuk yang berkontribusi terhadap pembangunan nasional dan pembangunan berkelanjutan.


Sementara itu, Dr. Saifuddin Zuhri, M.Si. menjelaskan bahwa ekonomi syariah merupakan sistem ekonomi yang berlandaskan nilai-nilai Islam seperti keadilan, keseimbangan, kemaslahatan, dan tanggung jawab. Implementasinya diwujudkan melalui pengelolaan harta yang produktif, distribusi pendapatan yang inklusif, penguatan dana sosial Islam, serta pengembangan industri dan keuangan syariah untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.


Melalui seminar ini, diharapkan mahasiswa dapat meningkatkan pemahaman mengenai potensi dan perkembangan ekonomi syariah di Indonesia serta pentingnya kolaborasi berbagai pihak dalam mewujudkan ekonomi syariah yang berdaya saing global.

 

PRESS RELEASE 


Melemahnya Nilai Rupiah dan Dampaknya terhadap Perekonomian Indonesia


SALATIGA – Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri Salatiga melaksanakan program kerja Economic Discussion dengan tema “Melemahnya Nilai Rupiah dan Dampaknya terhadap Perekonomian Indonesia” pada Senin, 25 Mei 2026 pukul 15.00 WIB sampai selesai di samping Masjid FEBI Kampus 3 UIN Salatiga.

 

Kegiatan ini menghadirkan pemateri M. Ilya Nurul Latif selaku Wakil Ketua Himpuanan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Ekonomi Syariah. Diskusi dibuka untuk mahasiswa umum FEBI serta seluruh internal HMPS ES sebagai wadah meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap kondisi ekonomi nasional, khususnya terkait pelemahan nilai tukar rupiah.

 

Dalam pemaparannya, dijelaskan bahwa melemahnya nilai rupiah dipengaruhi oleh berbagai faktor eksternal maupun internal. Dari faktor eksternal, penyebab utama meliputi kenaikan suku bunga Amerika Serikat (The Fed), konflik geopolitik dunia, kenaikan harga minyak global, serta kebijakan tarif internasional yang memengaruhi perdagangan dunia. Sementara dari faktor internal, pelemahan rupiah dipengaruhi oleh tingginya impor, defisit neraca berjalan (current account deficit/CAD), tingginya permintaan dolar AS, serta penggunaan anggaran yang dinilai belum tepat sasaran.

 

Pemateri juga menjelaskan bahwa dampak pelemahan rupiah saat ini memang belum sepenuhnya dirasakan masyarakat, namun diperkirakan dalam satu hingga dua bulan ke depan dampaknya akan semakin terlihat, terutama terhadap kenaikan harga barang dan kondisi APBN yang berpotensi mengalami defisit lebih besar.

 

Selain itu, dibahas pula mengenai rencana pemerintah yang akan menerapkan sistem satu pintu ekspor pada sektor pertambangan sebagai salah satu langkah penguatan ekonomi nasional. Dalam diskusi tersebut juga dijelaskan kondisi nilai tukar rupiah yang melemah hingga mencapai Rp17.700 per dolar AS serta defisit transaksi berjalan sebesar US$4 miliar pada kuartal I tahun 2026.

 

Dalam forum diskusi, peserta dibagi menjadi dua sudut pandang kebutuhan, yaitu kebutuhan pemerintah dan kubu mahasiswa. Dari sisi pemerintah, beberapa kebijakan yang dapat dilakukan untuk menstabilkan rupiah antara lain menaikkan suku bunga acuan, melakukan intervensi pasar valuta asing, menjaga cadangan devisa, mendorong ekspor dan mengurangi impor, menerapkan kebijakan DHE SDA, menarik investasi asing, menjaga inflasi tetap rendah, serta mengurangi utang luar negeri jangka pendek.

 

Menanggapi pemerintah, mahasiswa menilai bahwa menaikkan suku bunga dan menguras cadangan devisa hanyalah obat jangka pendek yang justru bisa mempersulit modal usaha bagi UMKM. Oleh karena itu, mahasiswa mendesak pemerintah segera melindungi rakyat kecil dari ancaman lonjakan harga barang. Mahasiswa juga meminta pemerintah untuk menghemat anggaran yang tidak penting demi mengatasi defisit negara, serta memastikan rencana sistem satu pintu ekspor tambang berjalan jujur tanpa korupsi. Intinya, mahasiswa menegaskan bahwa kunci utama agar rupiah kembali kuat adalah dengan memperbanyak produksi barang di dalam negeri dan mengurangi ketergantungan pada barang impor.

 

Melalui kegiatan Economic Discussion ini, HMPS ES berharap mahasiswa mampu memahami kondisi ekonomi Indonesia secara lebih kritis dan meningkatkan kepedulian terhadap isu-isu ekonomi nasional yang sedang berkembang.

 

HMPS Ekonomi Syariah UIN Salatiga Bedah Dampak Pelemahan Rupiah dalam Economic Discussion



SALATIGA — HMPS Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga menyelenggarakan kegiatan Economic Discussion pada 25 Mei 2026 di area samping Masjid FEBI UIN Salatiga dengan mengusung tema "Melemahnya Nilai Rupiah dan Dampaknya terhadap Perekonomian Indonesia". Kegiatan yang dihadiri seluruh pengurus HMPS Ekonomi Syariah serta mahasiswa umum tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran dan pemahaman mahasiswa terhadap isu ekonomi terkini yang berdampak langsung pada kehidupan masyarakat, dengan diskusi berlangsung secara interaktif dipandu oleh M. Ilya Nurul Latif selaku Wakil Ketua HMPS Ekonomi Syariah.

 

Dalam sesi diskusi tersebut, mahasiswa mengkaji pelemahan nilai rupiah yang sempat menyentuh level Rp17.700 per dolar AS, bersamaan dengan melebarnya defisit neraca transaksi berjalan Indonesia hingga US$4 miliar pada kuartal I-2026, sekaligus menjadi yang terbesar sejak kuartal IV-2019. Kondisi ini dinilai tidak lepas dari derasnya arus keluar modal asing serta sejumlah ketidakpastian kebijakan domestik yang turut memengaruhi iklim investasi dan dunia usaha.

 

Mahasiswa juga menyoroti dampak lanjutan dari pelemahan rupiah yang apabila terus berlanjut, diyakini akan semakin membebani pelaku usaha akibat melonjaknya biaya impor dan tingginya suku bunga, yang pada akhirnya berpotensi menghambat ekspansi bisnis dan memperlambat laju pertumbuhan ekonomi nasional. Adapun dalam diskusi ini, mahasiswa dibagi menjadi dua kelompok, yakni tim mahasiswa dan tim pemerintah, yang masing-masing menyampaikan pandangan terhadap isu tersebut dari sudut pandang masing-masing pihak.

 

Melalui kegiatan ini, HMPS Ekonomi Syariah UIN Salatiga berharap dapat terus mendorong mahasiswa untuk berpikir kritis, responsif terhadap isu nasional, serta mampu melahirkan gagasan-gagasan solutif demi kemajuan ekonomi bangsa di masa depan.


PRESS RELEASE 


Persiapkan Masa Depan Pelajar, HMPS Ekonomi Syariah UIN Salatiga Gelar Sharia Action School di MAN 1 Semarang


SALATIGA - Himpunan Mahasiswa Program Studi Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri Salatiga menggelar kegiatan Sharia Action School di MAN 1 Semarang pada Selasa, 6 Mei 2026. Kegiatan ini menjadi sarana edukasi bagi siswa untuk mengenal lebih dekat dunia perkuliahan, khususnya UIN Salatiga dan Program Studi Ekonomi Syariah.

 

Mengusung tema “Masa Depan Cerah Dimulai dari Pilihan Pendidikan yang Tepat”, kegiatan ini menekankan pentingnya pendidikan tinggi sebagai langkah strategis dalam mengembangkan potensi diri dan memperluas peluang karier di masa depan. Dalam sesi pemaparan, siswa diperkenalkan dengan profil kampus, fasilitas perkuliahan, program beasiswa, hingga jalur masuk perguruan tinggi.

 

Pada kesempatan tersebut, HMPS Ekonomi Syariah juga memperkenalkan Program Studi Ekonomi Syariah sebagai disiplin ilmu yang memadukan ekonomi modern dengan nilai-nilai Islam. Peserta diberikan pemahaman mengenai sistem ekonomi syariah yang mengedepankan prinsip keadilan, transparansi, dan keberkahan, serta menghindari praktik seperti riba, gharar, dan maysir.

 

Selain itu, siswa turut dikenalkan dengan prospek karier lulusan Ekonomi Syariah yang semakin luas, mulai dari sektor perbankan dan keuangan syariah, industri halal, pengelolaan zakat dan wakaf, dunia bisnis, hingga instansi pemerintahan. Berbagai kegiatan pengembangan diri mahasiswa juga dipaparkan, seperti seminar, pelatihan, magang, organisasi, kewirausahaan, dan kegiatan sosial.

 

Melalui kegiatan ini, HMPS Ekonomi Syariah FEBI UIN Salatiga berharap para siswa semakin termotivasi untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi serta lebih percaya diri dalam menentukan jurusan sesuai minat, potensi, dan cita-cita mereka. Sharia Action School diharapkan menjadi langkah awal bagi siswa untuk membuka wawasan dan mempersiapkan masa depan yang lebih terarah dan penuh peluang.

 

HMPS ES Kenalkan UIN Salatiga Lewat Sharia Action School




SALATIGA — HMPS Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga bersama Ambassador Kampus UIN Salatiga menggelar kegiatan Sharia Action School pada 6 Mei 2026 di MAN 1 Semarang. Kegiatan ini mengusung tema "Masa Depan Cerah Dimulai dari Pilihan Pendidikan yang Tepat" sebagai bentuk kepedulian terhadap generasi muda dalam menentukan arah pendidikan yang sesuai dengan nilai-nilai syariah. Lewat kegiatan ini, siswa-siswi MAN 1 Semarang diajak mengenal lebih dekat dunia perkuliahan, khususnya Program Studi Ekonomi Syariah UIN Salatiga.

 

Kegiatan dibuka dengan sesi pengenalan kampus yang disampaikan oleh Ambassador UIN Salatiga, Wafa Yazid Al Busthomi dan Queen Sarah Ahista. Keduanya menyampaikan bahwa melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi bukan sekadar pilihan, melainkan langkah penting yang menentukan kualitas hidup seseorang di masa mendatang. Kuliah membuka peluang kerja yang lebih luas, melatih cara berpikir, dan mempertemukan seseorang dengan jaringan yang kelak berguna di dunia kerja.

 

Dalam sesi yang sama, Ambassador UIN Salatiga memperkenalkan profil kampus secara menyeluruh. UIN Salatiga kini menempati tiga lokasi kampus dengan tujuh fakultas, 28 program studi S1, lima program studi S2, dan satu program studi S3. Bagi siswa yang berminat, pendaftaran dapat dilakukan melalui jalur SNBP, SNBT, SPAN-UM PTKIN, maupun jalur Mandiri. Soal biaya, UIN Salatiga menerapkan sistem UKT terjangkau, dilengkapi berbagai beasiswa seperti KIP, LPDP, Baznas, GENBI, beasiswa pemerintah daerah, serta beasiswa prestasi dan tahfidz dari kampus. Fasilitas kampus pun cukup lengkap, mulai dari ruang kelas multimedia, perpustakaan, laboratorium, sport center, asrama, program praktik mengajar di luar negeri, hingga puluhan UKM yang aktif.

 

Sesi kedua dibawakan langsung oleh Ketua HMPS Ekonomi Syariah, Anisa Dwi Saputri, dan Wakil Ketua, M. Ilya Nurul Latif. Keduanya menjelaskan bahwa Program Studi Ekonomi Syariah mempelajari sistem ekonomi yang berdasarkan pada Al-Qur'an dan Hadis, meliputi kegiatan produksi, distribusi, dan konsumsi yang dijalankan secara adil dan transparan, jauh dari praktik riba, gharar, maupun maysir. Prodi ini bervisi mencetak analis, perencana pembangunan ekonomi, dan peneliti berbasis moderasi Islam yang siap bersaing di tingkat global pada tahun 2045.

 

Mahasiswa Ekonomi Syariah dapat mendalami salah satu dari tiga konsentrasi yang tersedia, yakni Industri Halal, Ekonomi Syariah Publik, dan Zakat. Konsentrasi Industri Halal berfokus pada bisnis syariah dan sertifikasi halal, Ekonomi Syariah Publik mengkaji kebijakan ekonomi negara berbasis Islam, sementara Zakat berkaitan dengan pengelolaan dana sosial seperti zakat, infak, dan wakaf. Lulusan prodi ini tidak hanya dibekali kemampuan ekonomi, tetapi juga integritas dan etika, sehingga siap berkiprah di perbankan syariah, lembaga keuangan, pemerintahan, dunia bisnis, hingga sektor pendidikan.

 

Selain pemaparan materi, siswa-siswi MAN 1 Semarang juga mendapat gambaran kehidupan mahasiswa Ekonomi Syariah yang tidak semata hanya soal buku dan ruang kelas. Mahasiswa prodi ini aktif dalam praktikum, magang, seminar, organisasi, kegiatan sosial, hingga program kewirausahaan yang melatih mereka untuk mandiri. Sharia Action School ditutup dengan pesan sederhana namun bermakna, bahwa memilih jurusan yang tepat bukan hanya soal prospek karier, tetapi juga soal keberkahan yang mengikuti setiap langkah perjalanan hidup

 

Pembekalan KKL Dan Sosialisasi Magang Prodi Ekonomi Syariah 2026




 

Program Studi S1 Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga dengan ini menyampaikan bahwa kegiatan Pembekalan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) dan Sosialisasi Magang Tahun 2026 telah terlaksana pada 27 April 2026 di Aula FEBI Gedung KH. Zubair Umar Al Jailani, Kampus 3 UIN Salatiga. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen program studi dalam mempersiapkan mahasiswa semester tujuh menghadapi dunia kerja melalui rangkaian internship program yang terstruktur.

 

Tantangan dunia kerja yang terus berkembang mendorong perguruan tinggi untuk tidak sekadar menghasilkan lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga membekali mereka dengan pengalaman praktis yang relevan. Berdasarkan hal tersebut, kegiatan ini diselenggarakan sebagai langkah nyata program studi dalam menjawab tantangan dimaksud, sekaligus memastikan kesiapan mahasiswa sebelum memasuki dunia kerja secara langsung.

 

Dalam sesi pembekalan KKL, Ketua Program Studi S1 Ekonomi Syariah, Emy Widyastuti, M.E., menyampaikan bahwa KKL dirancang sebagai sarana penghubung antara pengetahuan yang diperoleh selama masa perkuliahan dengan tuntutan nyata di dunia kerja maupun masyarakat. Tujuan utamanya meliputi peningkatan kualitas lulusan melalui pengalaman lapangan, penguatan kemampuan berpikir kritis, serta pengembangan soft skills yang mencakup komunikasi, kerja sama tim, dan etika profesional.

 

Terkait sistem penilaian, kehadiran bukanlah satu-satunya indikator yang digunakan. Partisipasi aktif dalam observasi, diskusi, serta kemampuan analisis terhadap kondisi lapangan turut menjadi bagian dari penilaian, mengingat keterlibatan mahasiswa secara menyeluruh merupakan penentu keberhasilan program. Selain itu, setiap peserta diwajibkan menghasilkan capaian akademik berupa buku cetak ber-HaKI yang disusun sesuai standar akademik, bebas dari plagiasi, dan dikonsultasikan bersama Dosen Pembimbing Lapangan (DPL).

 

Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Prodi Ekonomi Syariah, Bayu Nurhadi, S.E., M.Si., menjelaskan bahwa program magang merupakan tahapan lanjutan yang wajib ditempuh setelah mahasiswa menyelesaikan KKL. Berbagai instansi mitra telah disiapkan sebagai lokasi magang, meliputi perusahaan multinasional, kementerian, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Badan Pusat Statistik (BPS), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), serta lembaga filantropi Islam seperti BAZNAS dan LAZ. Pemilihan lokasi diharapkan selaras dengan minat dan konsentrasi keilmuan masing-masing mahasiswa.

 

Dalam rangka memastikan pelaksanaan yang optimal, program magang dijadwalkan berlangsung selama minimal tiga bulan pada periode Juli hingga Desember 2026. Mahasiswa yang telah mengikuti KKL, menempuh minimal 120 SKS, dan memenuhi ketentuan administrasi yang ditetapkan program studi dapat mendaftarkan diri melalui sistem yang telah disediakan.

 

Selama pelaksanaan magang, mahasiswa diwajibkan menyusun logbook harian, laporan magang, serta book chapter sebagai capaian akhir. Di samping itu, mahasiswa diharapkan senantiasa menjaga nama baik almamater dengan mengedepankan etika komunikasi, kedisiplinan, dan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku di tempat magang.


PRESS RELEASE 


Pembekalan KKL dan Sosialisasi Magang Prodi Ekonomi Syariah 2026


SALATIGA – Program Studi S1 Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga menyelenggarakan kegiatan Pembekalan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) dan Sosialisasi Magang pada 27 April 2026 di Aula FEBI Gedung KH. Zubair Umar Al Jailani, Kampus 3 UIN Salatiga. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa semester tujuh sebagai bagian dari persiapan menghadapi mata kuliah internship program, salah satu tahapan penting dalam pendidikan tinggi berbasis praktik.

 

Sesi pembekalan KKL disampaikan oleh Emy Widyastuti, M.E. selaku Ketua Program Studi S1 Ekonomi Syariah. Dalam pemaparannya, beliau menegaskan bahwa dunia kerja saat ini menuntut lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki pengalaman langsung di lapangan. KKL hadir sebagai jembatan antara pengetahuan teoritis yang diperoleh di bangku kuliah dengan realitas praktik di dunia kerja maupun masyarakat.

 

Beliau turut memaparkan bahwa tujuan utama KKL mencakup peningkatan kualitas lulusan melalui pengalaman lapangan, penguatan kemampuan berpikir kritis, serta pengembangan soft skills seperti komunikasi, kerja sama tim, dan etika profesional. Mahasiswa diharapkan mampu beradaptasi dengan lingkungan baru sekaligus memahami dinamika kerja secara nyata.

 

Dalam sesi teknis, mahasiswa mendapatkan penjelasan mengenai tata tertib selama pelaksanaan KKL, meliputi kedisiplinan, sikap profesional, dan tanggung jawab dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Penilaian tidak hanya terbatas pada kehadiran, tetapi juga mencakup partisipasi aktif dalam observasi, diskusi, serta kemampuan analisis terhadap kondisi lapangan yang menegaskan bahwa keterlibatan mahasiswa secara menyeluruh menjadi penentu keberhasilan program.

 

Selain aspek teknis, KKL juga menghasilkan capaian akademik yang terukur, yakni penyusunan buku cetak ber-HaKI sebagai bentuk dokumentasi ilmiah atas pengalaman mahasiswa selama kegiatan berlangsung. Penulisan buku wajib mengikuti standar akademik yang berlaku, bebas dari plagiasi, dan dikonsultasikan dengan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL). Dengan adanya capaian ini, mahasiswa tidak sekadar memperoleh pengalaman, tetapi juga menghasilkan karya ilmiah yang memiliki nilai tambah nyata.

 

Kegiatan dilanjutkan dengan sosialisasi program magang yang disampaikan oleh Bayu Nurhadi, S.E., M.Si. selaku Sekretaris Prodi Ekonomi Syariah. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan bahwa magang merupakan kelanjutan dari internship program yang wajib ditempuh setelah mahasiswa menyelesaikan KKL. Program ini dirancang untuk memberikan pengalaman kerja yang lebih mendalam dan terstruktur di berbagai instansi mitra.

 

Mahasiswa dapat menjalani magang di lembaga-lembaga yang relevan dengan bidang ekonomi syariah, seperti perusahaan multinasional, kementerian, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Badan Pusat Statistik (BPS), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), serta lembaga filantropi Islam seperti BAZNAS dan LAZ. Pemilihan lokasi magang diharapkan selaras dengan minat dan konsentrasi keilmuan masing-masing mahasiswa.

 

Pelaksanaan magang direncanakan berlangsung minimal tiga bulan, yakni pada periode Juli hingga Desember 2026. Persyaratan utama yang harus dipenuhi antara lain telah mengikuti KKL, menempuh minimal 120 SKS, serta memenuhi ketentuan administrasi yang ditetapkan program studi. Pendaftaran dan pengajuan lokasi magang dilakukan melalui sistem yang telah disediakan.

 

Tahapan pelaksanaan meliputi pendaftaran, pengajuan lokasi, pembekalan pra-lapangan, pelaksanaan kegiatan di instansi mitra, hingga pemantauan dan evaluasi oleh dosen pembimbing. Selama pelaksanaan magang, mahasiswa akan menjalankan tugas yang bersifat teknis maupun administratif, sehingga profesionalisme, tanggung jawab, dan kemampuan adaptasi menjadi kompetensi yang wajib dimiliki.

 

Sebagai bentuk pertanggungjawaban akademik, mahasiswa diwajibkan menyusun logbook harian yang memuat catatan aktivitas, laporan magang yang mencakup deskripsi institusi dan refleksi pengalaman, serta book chapter sebagai capaian akhir. Mahasiswa juga senantiasa diingatkan untuk menjaga nama baik almamater dengan menjunjung tinggi etika komunikasi, kedisiplinan, dan kepatuhan terhadap regulasi di tempat magang.

 

Melalui pembekalan dan sosialisasi ini, mahasiswa Program Studi Ekonomi Syariah UIN Salatiga diharapkan memiliki pemahaman yang komprehensif mengenai pelaksanaan KKL dan magang, sehingga dapat mengikuti seluruh rangkaian internship program secara optimal dan kelak menjadi lulusan yang kompeten, profesional, dan berdaya saing di dunia kerja.