HMPS Ekonomi SYARIAH GELAR SEMINAR SHARIA ECONOMIC POTENTIAL


HMPS Ekonomi Syariah Gelar Seminar Sharia Economic Potential



SALATIGA – Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga menggelar Seminar Sharia Economic Potential dengan tema “Penguatan Kebijakan Publik Islam Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Syariah yang Berdaya Saing Global”. Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa, 2 Juni 2026, di Aula FEBI Gedung KH. Zubair Umar Al Jailani, Kampus 3 UIN Salatiga.


Seminar menghadirkan dua narasumber, yaitu Alfi Agil Mahardika, S.E., Penulis dan Staf Kementerian Keuangan Republik Indonesia, serta Dr. Saifuddin Zuhri, M.Si., Dosen FEBI UIN Salatiga. Acara dipandu oleh moderator Khirani Dwi Az-Zahra.


Dalam pemaparannya, Alfi Agil Mahardika, S.E. menjelaskan bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pusat ekonomi syariah dunia. Potensi tersebut didukung oleh jumlah penduduk muslim yang besar, perkembangan industri halal, serta pertumbuhan aset keuangan syariah yang terus meningkat. Beliau juga menekankan pentingnya peran kebijakan publik dalam mendorong pertumbuhan ekonomi syariah melalui berbagai instrumen seperti perbankan syariah, Sukuk Negara, dan Green Sukuk yang berkontribusi terhadap pembangunan nasional dan pembangunan berkelanjutan.


Sementara itu, Dr. Saifuddin Zuhri, M.Si. menjelaskan bahwa ekonomi syariah merupakan sistem ekonomi yang berlandaskan nilai-nilai Islam seperti keadilan, keseimbangan, kemaslahatan, dan tanggung jawab. Implementasinya diwujudkan melalui pengelolaan harta yang produktif, distribusi pendapatan yang inklusif, penguatan dana sosial Islam, serta pengembangan industri dan keuangan syariah untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.


Melalui seminar ini, diharapkan mahasiswa dapat meningkatkan pemahaman mengenai potensi dan perkembangan ekonomi syariah di Indonesia serta pentingnya kolaborasi berbagai pihak dalam mewujudkan ekonomi syariah yang berdaya saing global.

0 comments:

Posting Komentar