(PRESS RELEASE) HMPS Ekonomi SYARIAH GELAR SEMINAR SHARIA ECONOMIC POTENTIAL


PRESS RELEASE 


HMPS Ekonomi Syariah Gelar Seminar Sharia Economic Potential 


SALATIGA – Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Ekonomi Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga, telah menyelenggarakan kegiatan seminar Sharia Economic Potential pada Selasa, 2 Juni 2026, bertempat di Aula FEBI Gedung KH. Zubair Umar Al Jailani, kampus 3 UIN Salatiga. Kegiatan ini mengusung tema “Penguatan Kebijakan Publik Islam Dalam Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Syariah Yang Berdaya Saing Global" dengan menghadirkan pemateri Alfi Agil Mahardika, S.E. dan Dr. Saifudin Zuhri. M.Si. 


Kegiatan ini bertujuan untuk Meningkatkan pemahaman mahasiswa tentang kebijakan publik Islam dan ekonomi syariah, Mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan analisis terhadap isu ekonomi syariah, Melatih kemampuan menyusun dan menyampaikan rekomendasi kebijakan berbasis data dan nilai Islam, Menumbuhkan kesadaran peran Indonesia dalam ekonomi syariah global, Membentuk generasi ekonom syariah yang inovatif dan berkontribusi bagi kemaslahatan umat. 


Dalam penyampaikan materi oleh Alvi Agil Mahardika, S.E menyampaikan bahwa Indonesia sejatinya sudah berada pada posisi strategis dalam ekonomi syariah global, didukung populasi muslim lebih dari 240 juta jiwa, aset keuangan syariah yang melampaui Rp10.000 triliun, serta masuk peringkat tiga Global Islamic Economy Indicator 2023 bersanding dengan Malaysia dan UAE. Menurutnya, ekonomi syariah bukan sekadar sistem bebas riba, karena di dalamnya terkandung nilai keadilan, kemaslahatan, dan transparansi yang tercermin dalam perbankan syariah, zakat-wakaf produktif, regulasi halal, hingga Sukuk Negara. Pemerintah pun dinilai sudah cukup serius berbenah, mulai dari lahirnya UU SBSN dan UU Perbankan Syariah pada 2008, UU Jaminan Produk Halal pada 2014, sampai terbentuknya Bank Syariah Indonesia pada 2021. 


Sukuk Negara dengan total penerbitan kumulatif Rp3.000 triliun nyatanya telah membawa dampak langsung ke masyarakat, dari pembangunan jalan nasional, kampus, madrasah, hingga rumah sakit di daerah yang selama ini sulit dijangkau. Beliau juga menyoroti penerbitan Sovereign Green Sukuk pada 2018 sebagai pencapaian bersejarah, karena Indonesia menjadi negara pertama di dunia yang melakukannya. Instrumen ini menggabungkan prinsip syariah dengan kepedulian terhadap lingkungan, sehingga diminati investor syariah maupun investor berbasis ESG. Dananya mengalir ke sektor energi terbarukan, transportasi berkelanjutan, dan pengelolaan limbah, sekaligus membuka lapangan kerja baru dan menekan emisi karbon sebagai bagian dari komitmen Indonesia menuju target Net Zero Emission.


Pada materi ke-dua Dr. Saifudin Zuhri M.SI. Menjelaskan bahwa Prinsip-prinsip ekonomi syariah diwujudkan melalui pengelolaan harta yang produktif, distribusi pendapatan yang inklusif, investasi berbasis bagi hasil, serta larangan riba dan perjudian. Sistem ini juga mendorong partisipasi sosial melalui instrumen zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ZISWAF), serta pelaksanaan muamalah yang transparan dan berkeadilan. Seluruh aktivitas ekonomi harus sesuai dengan ketentuan syariah agar tercipta keseimbangan antara kepentingan individu dan kepentingan masyarakat. 


Dalam kerangka value-based economy, ekonomi syariah berorientasi pada pencapaian falah (kesejahteraan dunia dan akhirat) dengan menjaga agama, akal, jiwa, harta, dan keturunan. Implementasinya diwujudkan melalui pengembangan industri halal, keuangan syariah yang inklusif, penguatan dana sosial Islam, pendidikan dan literasi ekonomi syariah, serta pemanfaatan teknologi dan inovasi digital. Dengan dukungan regulasi, kelembagaan, dan kolaborasi berbagai pemangku kepentingan, ekonomi syariah diharapkan mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi, kesejahteraan masyarakat, dan daya saing Indonesia di tingkat global. 


Kegiatan ini diselenggarakan dengan tujuan meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap kebijakan publik Islam dan ekonomi syariah, sekaligus melatih kemampuan berpikir kritis dalam menganalisis isu-isu ekonomi yang berkembang. Seminar ini juga mendorong mahasiswa untuk mampu menyusun rekomendasi kebijakan berbasis data dan nilai-nilai Islam, menumbuhkan kesadaran akan peran strategis Indonesia dalam ekosistem ekonomi syariah global, serta membentuk generasi ekonom syariah yang inovatif dan berorientasi pada kemaslahatan umat.

0 comments:

Posting Komentar