PRESS RELEASE
Tingkatkan Kemampuan Berpikir Kritis, HMPS Ekonomi Syariah Gelar Debat Skill Session
SALATIGA – Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Ekonomi Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga, telah menyelenggarakan kegiatan Debate Skill Session pada Rabu, 10 April 2026, bertempat di Aula FEBI Gedung KH. Zubair Umar Al Jailani, kampus 3 UIN Salatiga. Kegiatan ini mengusung tema “Membentuk Ekonom Muda yang Kritis dan Berani Berargumen di Tengah Dinamika Ekonomi Global”, dengan menghadirkan pemateri Dewi Rahmawati, S.H., M.H.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan
berpikir kritis mahasiswa serta membentuk karakter ekonom muda yang mampu
menyampaikan argumen secara sistematis, logis, dan berbasis data. Dalam sesi
ini, peserta diperkenalkan pada konsep debat mahasiswa berbasis sistem Asian
Parliamentary, yang menekankan kekuatan argumentasi, bukan sekadar keberanian
berbicara.
Dalam pemaparan materinya, Dewi Rahmawati, S.H., M.H.
menyampaikan bahwa debat bukan merupakan ajang adu emosi, melainkan forum
ilmiah yang menuntut penggunaan data valid, teori, serta dasar hukum yang
relevan. “Debat yang baik bukan tentang siapa yang paling keras berbicara,
tetapi siapa yang paling kuat dalam menyusun argumen berbasis data dan
analisis,” ujarnya.
Peserta juga diarahkan untuk tidak hanya menggunakan
opini pribadi, tetapi menyampaikan argumen berdasarkan referensi akademik,
kebijakan, dan fakta yang dapat dipertanggungjawabkan. Selain itu, peserta
dibekali berbagai teknik dasar debat, seperti framing isu, analisis masalah,
public speaking, manajemen waktu, teknik sanggahan, logical reasoning, serta
penggunaan data akademik.
Komponen utama dalam membangun argumen juga ditekankan
melalui pendekatan Claim, Reason, Evidence, Impact, agar argumen yang
disampaikan kuat dan tidak mudah dipatahkan. Kegiatan ini juga menjelaskan
peran masing-masing pembicara dalam debat, mulai dari pembicara pertama yang
membangun kerangka argumen, pembicara kedua yang memperkuat dari sisi teori dan
kebijakan, hingga pembicara ketiga yang menekankan analisis dampak secara
sosiologis.
Tidak hanya teknik, etika debat juga menjadi perhatian utama. Peserta diingatkan untuk tetap menjaga sikap dengan tidak menyerang pribadi lawan, menghormati perbedaan pendapat, serta menggunakan bahasa ilmiah yang santun. Pengendalian emosi menjadi kunci agar debat tetap berjalan kondusif dan profesional.
Adapun teknik interupsi juga menjadi bagian penting dalam penilaian debat. Peserta diharapkan mampu melakukan interupsi secara efektif, singkat, dan tepat sasaran guna menguji kekuatan argumen pihak lawan bicara, sekaligus menunjukkan kemampuan berpikir cepat dan kritis.
Melalui kegiatan ini, HMPS Ekonomi Syariah FEBI UIN
Salatiga berharap mahasiswa tidak hanya mampu berdebat, tetapi juga memiliki
pola pikir analitis dan kritis, serta mampu menghadapi berbagai isu ekonomi
global dengan argumentasi yang kuat dan berlandaskan data.

0 comments:
Posting Komentar