(PRESS RELEASE) HMPS Ekonomi Syariah UIN Salatiga Gelar Podcast Bahas Daya Beli Masyarakat di Tengah Kenaikan Harga Kebutuhan Pokok

 

PRESS RELEASE

 

HMPS Ekonomi Syariah UIN Salatiga Gelar Podcast Bahas Daya Beli Masyarakat di Tengah Kenaikan Harga Kebutuhan Pokok


SALATIGA – Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga menyelenggarakan kegiatan Podcast Disemi Terinovatif pada Selasa, 7 Juli 2026, pukul 09.00 WIB hingga 10.30 WIB, bertempat di Ruang Podcast Gedung K.H. M. Hasyim Asy'ari, Fakultas Dakwah, Kampus 3 UIN Salatiga. Kegiatan ini mengangkat tema "Daya Beli Masyarakat Indonesia di Tengah Kenaikan Harga Kebutuhan Pokok" dengan menghadirkan bapak Bayu Nurhadi, M.Si., Sekretaris Program Studi Ekonomi Syariah sekaligus Dosen FEBI UIN Salatiga, sebagai narasumber dan dipandu oleh Adearroyyanal Hana selaku host.

 

Podcast ini membahas berbagai isu ekonomi yang tengah dihadapi masyarakat, khususnya mengenai kenaikan harga kebutuhan pokok dan dampaknya terhadap daya beli masyarakat Indonesia. Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan bahwa kenaikan harga dipengaruhi oleh tiga faktor utama, yaitu tingkat pendapatan masyarakat, mekanisme harga yang terbentuk melalui permintaan dan penawaran, serta ketersediaan pasokan barang di pasar. Selain itu, peningkatan impor, gangguan rantai pasok, dan terbatasnya stok kebutuhan pokok turut menjadi faktor yang memengaruhi kenaikan harga. Menurut narasumber, faktor pasokan merupakan penyebab yang paling dominan. Kenaikan harga juga kerap terjadi pada momen-momen tertentu, seperti menjelang Hari Raya Idulfitri, Natal, dan awal tahun ajaran baru ketika permintaan masyarakat meningkat.

 

Pada sesi pembahasan mengenai daya beli masyarakat, dijelaskan bahwa dampak kenaikan harga dirasakan secara berbeda oleh setiap kelompok ekonomi. Kelompok ekonomi menengah dinilai menjadi kelompok yang paling rentan karena tidak memperoleh bantuan sosial sebagaimana kelompok berpenghasilan rendah, namun juga belum memiliki kondisi ekonomi yang mapan seperti kelompok berpenghasilan tinggi. Sementara itu, sekitar 60 persen pendapatan masyarakat berpenghasilan rendah masih dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan pokok. Meski demikian, daya beli masyarakat tidak serta-merta menurun karena kebutuhan konsumsi tetap harus dipenuhi dalam berbagai kondisi ekonomi.

 

Narasumber juga menekankan pentingnya kemampuan masyarakat dalam beradaptasi terhadap kenaikan harga. Kelompok pekerja di sektor informal, seperti pengemudi ojek daring dan pelaku usaha kecil, dinilai lebih rentan karena tidak memiliki pendapatan tetap setiap bulan. Oleh karena itu, literasi keuangan menjadi salah satu langkah penting agar masyarakat mampu mengelola pengeluaran secara bijaksana, menyesuaikan pola konsumsi, serta lebih responsif dalam menghadapi perubahan kondisi ekonomi.

 

Dalam pembahasan mengenai pengelolaan keuangan rumah tangga, narasumber mengingatkan agar pendapatan tidak dihabiskan seluruhnya untuk konsumsi. Masyarakat dianjurkan menyisihkan sebagian pendapatan sebagai tabungan maupun dana cadangan. Mengacu pada rekomendasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sekitar 30 persen pendapatan sebaiknya dialokasikan untuk tabungan, investasi, atau dana darurat. Selain itu, investasi jangka panjang seperti emas, perak, maupun saham dapat menjadi salah satu alternatif dalam menjaga stabilitas keuangan di masa depan.

 

Menutup sesi podcast, narasumber menyampaikan harapan agar pemerintah mengutamakan kebijakan fiskal yang tepat sebelum mengambil langkah defisit anggaran karena defisit dapat memberikan dampak terhadap kenaikan harga. Pelaku usaha juga diharapkan mampu terus berinovasi sehingga kualitas produk tetap terjaga meskipun harga bahan baku meningkat, tanpa harus membebankan kenaikan harga yang berlebihan kepada konsumen. Sementara itu, mahasiswa sebagai generasi muda diharapkan mampu meningkatkan literasi keuangan yang kreatif, adaptif, dan aplikatif sebagai bekal menghadapi tantangan ekonomi di masa mendatang.

 

Melalui kegiatan Podcast Disemi Terinovatif ini, diharapkan masyarakat, khususnya mahasiswa, dapat memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai dinamika kenaikan harga kebutuhan pokok, kondisi daya beli masyarakat, serta pentingnya pengelolaan keuangan yang bijaksana. Kegiatan ini juga diharapkan mampu mendorong lahirnya masyarakat yang lebih adaptif, memiliki ketahanan finansial yang baik, dan siap menghadapi berbagai tantangan ekonomi di masa depan.

0 comments:

Posting Komentar