BI Turunkan Suku Bunga Acuan Jadi 5 Persen

BI Turunkan Suku Bunga Acuan Jadi 5 Persen








Bank Indonesia (BI) resmi menurunkan suku bunga acuan BI 7-Day Reverse Repo Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,00 persen pada Rapat Dewan Gubernur (RDG), Selasa (26/8). Kebijakan ini ditempuh sebagai upaya menjaga momentum pemulihan dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global serta melemahnya permintaan domestik.

Gubernur BI Perry Warjiyo menyatakan keputusan ini diambil dengan tetap mempertimbangkan stabilitas makroekonomi dan kondisi keuangan nasional. Ia menegaskan bahwa langkah penurunan suku bunga merupakan langkah pre-emptive untuk mendukung dunia usaha. “Penurunan suku bunga ini diharapkan memperkuat transmisi kebijakan moneter dan mendorong pertumbuhan kredit perbankan ke sektor riil,” ujarnya dalam konferensi pers.

Tidak hanya suku bunga acuan, BI juga menurunkan suku bunga Deposit Facility menjadi 4,25 persen dan Lending Facility menjadi 5,75 persen. Dengan langkah ini, diharapkan perbankan dapat lebih leluasa menyalurkan kredit bagi masyarakat maupun pelaku usaha.

Selain itu, BI juga memperkuat bauran kebijakan melalui beberapa langkah strategis, antara lain:


1. Menjaga stabilitas nilai tukar rupiah melalui intervensi pasar dan pembelian Surat Berharga Negara (SBN);

2. Memperkuat operasi moneter untuk menjaga kecukupan likuiditas perbankan serta mendorong pendalaman pasar uang dan valuta asing;

3. Meningkatkan transparansi suku bunga kredit pada sektor prioritas;

4. Memperluas digitalisasi sistem pembayaran, termasuk kerja sama QRIS antarnegara dengan Jepang serta uji coba dengan Tiongkok;

5. Memperkuat kerja sama internasional di bidang perdagangan, investasi, dan sistem keuangan.


BI menilai inflasi tetap terkendali dalam kisaran target 2,5±1 persen, sedangkan nilai tukar rupiah relatif stabil meski volatilitas global masih tinggi. Penurunan suku bunga ini merupakan yang pertama sejak awal 2024, setelah sebelumnya BI mempertahankan tingkat suku bunga tinggi guna meredam tekanan inflasi global.


Sumber: CNBC Indonesia, IDN Financials

0 comments:

Posting Komentar